Sabtu, 28 Juli 2018

Tradisi Setiap Minggu Ibu-Ibu di Desa Larangan Slampar


Muslimat


Aktifitas manusia yang beragam seringkali menghasilkan banyak manfaat. Pada desa Larangan Slampar kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan ini masih tergolong desa yang agamis. Salah satunya yaitu Muslimatan masyarakat di desa Larangan Slampar Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan. Muslimatan merupakan suatu acara rutinan yang dilakukan oleh masyarakat Larangan Slampar. Muslimatan ini dilakukan setiap hari jum’at setelah sholat dhuhur pada jam 13.00 WIB. Acara tersebut dilaksanakan masjid Larangan Slampar yaitu Masjid Ar Rahman. Akan tetapi, pada setiap 1 pon acara muslimatan ini ditempatkan di Musholla Al Hidayah. Acara Muslimatan ini dipimpin oleh Ketua PKK ibu Sulastri. Masyarakat di Desa Larangan Slampar Kecamatan Tlankan Kabupaten Pamekasan bersama mahasiswa KKN Kelompok 99 Universitas Trunojoyo madura ikut serta dalam melaksanakan acara Muslimatan tersebut atas ajakan dari Ketua PKK Larangan Slampar.
Tujuan dilakukan acara muslimatan ini agar masyarakat dapat menjalin tali silaturrahmi antar warga sekitar Larangan Slampar. Susunan acara dari Muslimatan ini berawal dari pembukaan yang diisi dengan pembacaan Al-Fatihah, dilanjutkan membaca Surat Yasiin yang dibacakan oleh masyarakat di desa Larangan Slampar , selanjutnya pembacaan tahlil yang dipimpin oleh ketua Yayasan Masjid Ar-Rahman, membaca sholawat nabi dengan bersama, ceramah agama yang dibawakan oleh Ustadz Ibadur Rahman dan diakhiri dengan pembacaan doa. Acara muslimatan ini juga merupakan acara yang diselingi dengan arisan ibu-ibu masyarakat Larangan Slampar.
Masyarakat di Desa Larangan Slampar ini sangan terbuka dan justru sangat mendukung akan kehadiran Mahasiswa KKN 99 UTM ini untuk ikut berpartisipasi dalam acara Muslimatan yang rutin dilakukan ini. “sangat senang dengan kehadiran Mahasiswa KKN kelompok 99 Universitas Trunojoyo Madura ini, kami menunggu kehadiran kalian di acara Muslimatan yang selanjutnya”, ucap Ibu Sulastri selaku Ketua PKK di desa Larangan Selampar.





Penulis 
KKN 99 UTM 2018



Khotmil Qur’an di Desa Larangan Slampar



Di desa Larangan Slampar terdapat tradisi yaitu acara Khotmil Qur’an.  Yang mana Khotmil Qur’an adalah acara yang diselenggarakan pada saat seseorang telah selesai mangaji dan membaca Al-Qur’an 30 juz melalui bimbingan atau tanpa bimbingan buat remaja dan dewasa.
Khotmil Qur’an ini merupakan suatu acara yang dilakukan setiap ada seseorang atau individu maupun kelompok yang telah mengkhatam Al-Qur’an. Pada hari Jum’at (27/07/2018) di Dusun Tengah , Desa Larangan Slampar ini telah mengadakan acara Khotmil Qur’an.
Pada saat acara Khotmil Qur’an diadakan, para warga laki-laki di Desa Larangan Slampar, Kec. Tlanakan, Kab. Pamekasan berkumpul ditempat yang telah ditentukan. Kemudian para warga yang telah berkumpul, membaca Al-Qur’an secara bergantian dengan melanjutkan bacaan ayat yang sebelumnya telah dibacakan sampai 30 Juz tanpa waktu yang ditentukan dalam 1 hari tesebut.
Khotmil Qur’an menjadi suatu Tradisi dimana seseorang yang telah Khatam membaca Al-Qur’an 30 Juz akan diadakan acara Khotmil Qur’an. Sebagai wujud rasa syukur itulah maka orang yang telah Khatam kitab suci Al-Qur’an mengadakan syukuran karena telah berhasil menyelesaikan pembacaan Al-Qur’an 30 juz dengan mengadakan acara Khotmil Qur’an. Selaku bapak Ilyas yang mengundang kami untuk mengikuti acara tersebut dan ikut berpartisipasi pada hari itu.
Kita sebagai anak KKN yang berada di desa ini juga berkewajiban untuk mengikuti kegiatan masyarakat sebagai bukti untuk kegiatan kerja kita ke masyarakat sekitar. Bapak Ilyas juga yang membantu kita sebagai narasumber untuk kegiatn dan adat istiadat yang berada di desa ini. Dan kegiatan Khotmil Qur’an ini sudah menjadi kegiatan bahkan adat istiadat di desa ini setiap masyarakat yang sudah membaca atau mengaji Al-Qur’an sampai 30 juz.



Penulis
KKN 99 UTM 2018


Desa Larangan Slampar

Desa Larangan Slampar 


                                           (Gambar 1 . Lahan Persawahan di Desa Larangan Slampar)

                                           (Gambar 2 . salah satu perbukitan di Desa Larangan Slampar)


      Desa larangan Slampar merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan, Madura.
1. Data geografi  
  • Desa larangan slampar terletak sekitar 13,5 km dari ibu kota Kecamatan Tlanakan ± 26 km dari Kabupaten Pamekasan 
  • Curah hujan sebesar 1.112,4 mm pertahun 
  • Kelembapan udara 65% 
  • Suhu udara 24 – 32 ˚C
2. Data topografi :
    Jenis wilayah desa larangan slampar dataran rendah yang memiliki 2 iklim tropis dengan 2 musim :      1. Musim hujan bulan November – Maret
     2. Musim kemarau bulan Juni - November
3. Data Demografi :
    • Jumlah penduduk yang berada di Desa Larangan Slampar adalah 515 jiwa
    • Profil Desa Larangan Slampar
       - Nama Desa: Larangan Slampar
       -Kecamatan: Tlanakan
       -Kabupaten: Pamekasan
       -Luas Desa: ± 608,9 Ha
       -Batas Wilayah :
                                  1.Sebelah Utara    : Taro’an
                                  2.Sebelah Selatan : Kramat
                                  3.Sebelah Barat    : Terrak
                                  4.Sebelah Timur   : Bukek, Gugul
      -Jarak dari pusat jantung Kota Kabupaten : 13,5 KM
      -Jumlah Penduduk : 6.515 Jiwa No Jenis Kelamin Jumlah Presentase (%)
        Laki - laki    2.703  48.45%
        Perempuan  3.812  51.55%
        Jumlah         6.515  100%

4. Sejarah
  • Sejarah Asal Usul Desa
     Pada zaman dahulu kala ada 2 bersaudara laki – laki memilki hobi menyabung ayam. Namun hobi tersebut ditentang oleh orang tua mereka dikarenakan hobi mereka tidak memiliki manfaat dan hanya menghabiskan uang kedua bersaudara tersebut tidak menghiraukan larangan dari kedua orang tua mereka. Suatu hari dua bersaudara tersebut pergi ke sebuah desa untuk menyabung ayam. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seseorang yang berpakaian serba hitam dan memakai blangkon. Seseorang tersebut menasehati dua bersaudara tersebut, bahwa “Jika kalian berada di desa ini jangan pernah melewati sungai perbatasan desa jika tidak ingin celaka”. Kedua bersaudara tersebut tidak mempedulikan ucapan beliau, akhirnya dalam perjalanan mencari tempat menyabung ayam mereka tidak sadar bahwa mereka telah melewati sungai larangan seketika mereka merasa kesakitan dan meninggal di sungai tersebut. Setelah kejadian tersebut daerah sekitar sungai diberi nama Larangan dan akhirnya daerah tersebut menjadi sebuah desa yaitu desa Larangan Slampar. Sampai sekarang sungai larangan itu masih di percaya masyarakat sekitar kalau sungai tersebut keramat. Apabila masyarakat melewati sungai tersebut tidak boleh berkata kotor atau pikiran kosong. Selain itu apabia daerah tersebut dibangun maka tanah sekita akan longsor. 
  • Sejarah Pemerintahan Desa Larangan Slampar 
                                                      (Gambar 3 . Pembangunan Balai Desa Larangan Slampar)

     Dahulu, Pemerintah Desa Larangan Slampar merupakan satu pemerintahan yang ada sejak jaman kerajaan. Sesuai dengan perkembangan keadaan dan kondisi masyaakat maka wiayah pemerintahan terdiri atas 9 dusun, yaitu : 
1. Dusun Gergunung
2. Dusun Nangger
3. Dusun Karpoteh
4. Dusun Torbalangan
5. Dusun Nyabagan
6. Dusun Lonsambih
7. Dusun Tengah
8. Dusun Larangan
9. Dusun Morlaok
    Kepemimpinan Desa Larangan Slampar lama dipimpin oleh Wongso Wiryo sejak pemerintahan Kolonial Belanda sampai ahun 1973 dan diteruskan oleh H.Syamsuri (1973 – 1993). Setelah itu dipimpin oleh Drs.H.Mohammad Bahri (1993 – 2009) setelah itu kepemimpinan jabatan Kepala Desa dipegang oleh Mustahep (2009 – 2015) dan sekarang Jabatan kepala desa dipegang Oleh Hoyyibah (2015 – 2021).  
  • Sejarah Pembangunan Desa
    Pada masa pemerintahan Mustahep pada tahun 2009 mulai banyak program pembangunan mulai masuk ke Desa Larangan Slampar diantarany mulai dari pergeseran jalan desa sampai Pengaspalan jalan Poros Desa, Pengerasan jalan di dusun Larangan Morlaok. Karpote, Torbalangan, Lonsambi, Tengah, Nangger, Gergunung serta Dusun Nyabagan. Bantuan Modal Usaha, Pembangunan Polindes, Pembangunan Jalan Rabat Beton di semua dusun. 
  • Budaya dan Pariwista 
     Prespektif budaya masyarakat di Desa Larangan Slampar sangan kental dengan budaya Islam. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di Kabupaten Pamekasan sangat kuat terpengaruh pusat Kebudayaan Islam tercermin dari keberadaan Pondok – Pondok Pesantren yang ada di Pamekasan. Dari latar belakang budaya, kita bisa lihat aspek budaya dan sosial yang terpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Didalam hubungannya dengan agama yang dianut. Misalnya Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat Larangan Slampar dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Islam. Contoh yang bisa kita lihat adalah peringatan tahun baru Hijriyah dengan melakukan doa bersama dimasjid dan di musholla – musholla. Contoh lain lagi ketika menjelang bulan Ramadhan masyarakat berbondong – bondong mendatangi kuburan/makam orang tuanya maupun kerabat dan para leluhurnya untuk melakukan tahlilan bersama di masjid dan musholla kemudian makan bersama saat itu juga. 

                             (Gambar 4 . Salah satu Musholla atau Masjid Kecil yang ada di Desa Larangan Slampar)

      Masyarakat desa Larangan Slampar juga memiliki kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai media untuk bersosialisasi dan berinteraksi di masyarakat. Misalkan, tradisi mengirim doa untuk orang tua atau leluhur yang dilakukan dengan mengundang para tetangga dan kenalan yang istilah populernya di beri nama KOULEMAN/KONDANGAN. Koloman ini basa dilakukan dari satu sampai tujuh harinya keluarga yang ditinggal mati, yang disebut TAHLILAN. Selanjuthya hari ke empat puluh / pa’pholo, hari ke seratus/nyatos dan seribu harinya/nyaebuh perhitungan tanggal kegiatan menggunakan kalender jawa. Bersyukur kepada Allah SWT, karena dikaruniai anak pertama tradisi masyarakat desa Larangan Slampar masih berjalan di sebut PELET BETTENG ketika kandungan ibu menginjak usia 7 bulan dimana suami istri keluar secara bersaman ke halaman rumah untuk dimandikan kembang dengan memakai cewok dari batok kelapa dan pegangannya memakai pohon beringin kemudian setelah selesai cewok – cewok tersebut di lempar keatas genting oleh mbah dukunnya, jika posisi cewok tersebut terlentang maka ada kemungkinan anaknya perempuan, tetapi jika posisi sebaliknya maka diyakini kalau anaknya akan lahir laki – laki.


Penulis
KKN 99 UTM 2018

Pamera Online

Desa larangan slampar merupakan salah satu desa yang memiliki komoditas sumber daya alam yang amat melimpah diantaranya tembakau, cabai,...