Sabtu, 28 Juli 2018

Desa Larangan Slampar

Desa Larangan Slampar 


                                           (Gambar 1 . Lahan Persawahan di Desa Larangan Slampar)

                                           (Gambar 2 . salah satu perbukitan di Desa Larangan Slampar)


      Desa larangan Slampar merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan, Madura.
1. Data geografi  
  • Desa larangan slampar terletak sekitar 13,5 km dari ibu kota Kecamatan Tlanakan ± 26 km dari Kabupaten Pamekasan 
  • Curah hujan sebesar 1.112,4 mm pertahun 
  • Kelembapan udara 65% 
  • Suhu udara 24 – 32 ˚C
2. Data topografi :
    Jenis wilayah desa larangan slampar dataran rendah yang memiliki 2 iklim tropis dengan 2 musim :      1. Musim hujan bulan November – Maret
     2. Musim kemarau bulan Juni - November
3. Data Demografi :
    • Jumlah penduduk yang berada di Desa Larangan Slampar adalah 515 jiwa
    • Profil Desa Larangan Slampar
       - Nama Desa: Larangan Slampar
       -Kecamatan: Tlanakan
       -Kabupaten: Pamekasan
       -Luas Desa: ± 608,9 Ha
       -Batas Wilayah :
                                  1.Sebelah Utara    : Taro’an
                                  2.Sebelah Selatan : Kramat
                                  3.Sebelah Barat    : Terrak
                                  4.Sebelah Timur   : Bukek, Gugul
      -Jarak dari pusat jantung Kota Kabupaten : 13,5 KM
      -Jumlah Penduduk : 6.515 Jiwa No Jenis Kelamin Jumlah Presentase (%)
        Laki - laki    2.703  48.45%
        Perempuan  3.812  51.55%
        Jumlah         6.515  100%

4. Sejarah
  • Sejarah Asal Usul Desa
     Pada zaman dahulu kala ada 2 bersaudara laki – laki memilki hobi menyabung ayam. Namun hobi tersebut ditentang oleh orang tua mereka dikarenakan hobi mereka tidak memiliki manfaat dan hanya menghabiskan uang kedua bersaudara tersebut tidak menghiraukan larangan dari kedua orang tua mereka. Suatu hari dua bersaudara tersebut pergi ke sebuah desa untuk menyabung ayam. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seseorang yang berpakaian serba hitam dan memakai blangkon. Seseorang tersebut menasehati dua bersaudara tersebut, bahwa “Jika kalian berada di desa ini jangan pernah melewati sungai perbatasan desa jika tidak ingin celaka”. Kedua bersaudara tersebut tidak mempedulikan ucapan beliau, akhirnya dalam perjalanan mencari tempat menyabung ayam mereka tidak sadar bahwa mereka telah melewati sungai larangan seketika mereka merasa kesakitan dan meninggal di sungai tersebut. Setelah kejadian tersebut daerah sekitar sungai diberi nama Larangan dan akhirnya daerah tersebut menjadi sebuah desa yaitu desa Larangan Slampar. Sampai sekarang sungai larangan itu masih di percaya masyarakat sekitar kalau sungai tersebut keramat. Apabila masyarakat melewati sungai tersebut tidak boleh berkata kotor atau pikiran kosong. Selain itu apabia daerah tersebut dibangun maka tanah sekita akan longsor. 
  • Sejarah Pemerintahan Desa Larangan Slampar 
                                                      (Gambar 3 . Pembangunan Balai Desa Larangan Slampar)

     Dahulu, Pemerintah Desa Larangan Slampar merupakan satu pemerintahan yang ada sejak jaman kerajaan. Sesuai dengan perkembangan keadaan dan kondisi masyaakat maka wiayah pemerintahan terdiri atas 9 dusun, yaitu : 
1. Dusun Gergunung
2. Dusun Nangger
3. Dusun Karpoteh
4. Dusun Torbalangan
5. Dusun Nyabagan
6. Dusun Lonsambih
7. Dusun Tengah
8. Dusun Larangan
9. Dusun Morlaok
    Kepemimpinan Desa Larangan Slampar lama dipimpin oleh Wongso Wiryo sejak pemerintahan Kolonial Belanda sampai ahun 1973 dan diteruskan oleh H.Syamsuri (1973 – 1993). Setelah itu dipimpin oleh Drs.H.Mohammad Bahri (1993 – 2009) setelah itu kepemimpinan jabatan Kepala Desa dipegang oleh Mustahep (2009 – 2015) dan sekarang Jabatan kepala desa dipegang Oleh Hoyyibah (2015 – 2021).  
  • Sejarah Pembangunan Desa
    Pada masa pemerintahan Mustahep pada tahun 2009 mulai banyak program pembangunan mulai masuk ke Desa Larangan Slampar diantarany mulai dari pergeseran jalan desa sampai Pengaspalan jalan Poros Desa, Pengerasan jalan di dusun Larangan Morlaok. Karpote, Torbalangan, Lonsambi, Tengah, Nangger, Gergunung serta Dusun Nyabagan. Bantuan Modal Usaha, Pembangunan Polindes, Pembangunan Jalan Rabat Beton di semua dusun. 
  • Budaya dan Pariwista 
     Prespektif budaya masyarakat di Desa Larangan Slampar sangan kental dengan budaya Islam. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di Kabupaten Pamekasan sangat kuat terpengaruh pusat Kebudayaan Islam tercermin dari keberadaan Pondok – Pondok Pesantren yang ada di Pamekasan. Dari latar belakang budaya, kita bisa lihat aspek budaya dan sosial yang terpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Didalam hubungannya dengan agama yang dianut. Misalnya Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat Larangan Slampar dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Islam. Contoh yang bisa kita lihat adalah peringatan tahun baru Hijriyah dengan melakukan doa bersama dimasjid dan di musholla – musholla. Contoh lain lagi ketika menjelang bulan Ramadhan masyarakat berbondong – bondong mendatangi kuburan/makam orang tuanya maupun kerabat dan para leluhurnya untuk melakukan tahlilan bersama di masjid dan musholla kemudian makan bersama saat itu juga. 

                             (Gambar 4 . Salah satu Musholla atau Masjid Kecil yang ada di Desa Larangan Slampar)

      Masyarakat desa Larangan Slampar juga memiliki kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai media untuk bersosialisasi dan berinteraksi di masyarakat. Misalkan, tradisi mengirim doa untuk orang tua atau leluhur yang dilakukan dengan mengundang para tetangga dan kenalan yang istilah populernya di beri nama KOULEMAN/KONDANGAN. Koloman ini basa dilakukan dari satu sampai tujuh harinya keluarga yang ditinggal mati, yang disebut TAHLILAN. Selanjuthya hari ke empat puluh / pa’pholo, hari ke seratus/nyatos dan seribu harinya/nyaebuh perhitungan tanggal kegiatan menggunakan kalender jawa. Bersyukur kepada Allah SWT, karena dikaruniai anak pertama tradisi masyarakat desa Larangan Slampar masih berjalan di sebut PELET BETTENG ketika kandungan ibu menginjak usia 7 bulan dimana suami istri keluar secara bersaman ke halaman rumah untuk dimandikan kembang dengan memakai cewok dari batok kelapa dan pegangannya memakai pohon beringin kemudian setelah selesai cewok – cewok tersebut di lempar keatas genting oleh mbah dukunnya, jika posisi cewok tersebut terlentang maka ada kemungkinan anaknya perempuan, tetapi jika posisi sebaliknya maka diyakini kalau anaknya akan lahir laki – laki.


Penulis
KKN 99 UTM 2018

2 komentar:

Pamera Online

Desa larangan slampar merupakan salah satu desa yang memiliki komoditas sumber daya alam yang amat melimpah diantaranya tembakau, cabai,...