Kamis, 09 Agustus 2018

Pelatihan Pembuatan Tempe Daun Singkong dan Abon Cabai di Desa Larangan Slampar



Dalam rangka meningkatkan perekonomian Desa Larangan Slampar, mahasiswa KKN Tematik 99 Universitas Trunojoyo Madura manfaatkan potensi Desa Larangan Slampar yaitu daun singkong dan cabai sebagai prosuk unggulan desa. Telah dilakukan pelatihan pembuatan Tempe Daun Singkong dan Abon Cabai ini merupakan produk Unggulan yang dilaksanakan oleh Kelompok KKN 99 Universitas Trunojoyo Madura yang bekerjasama dengan Ibu PKK Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Saat kegiatan pelatihan ini berlangsung, mahasiswa KKN Tematik 99 UTM, mempraktikkan cara pengolahan dan permbuatan kedua produk tersebut. Pada kegiatan ini, Ibu PKK diizinkan mencoba untuk mempraktikkan dan mencicipi hasil produk tempe daun singkong dan abon cabai. Kegiatan Pelatihan ini dilasanakan pada hari Senin (30/07/2018) yang bertempat di Rumah Ibu Hoyyibah selaku Kepala Desa Larangan Slampar. Tujuan dilakukan kegiatan pelatihan ini  untuk penyuluhan dan pelatihan kepada ibu PKK agar bisa melanjutkan kelompok usaha yang pernah vakum. 


“Adanya kegiatan ini memberikan motivasi baru kepada para ibu PKK untuk melakukan usaha pangan yang tidak berjalan secara maksimal” Ucap ibu Sulastri selaku Ibu PKK di Desa Larangan Slampar dalam acara pelatihan pembuatan produk unggulan. Selain itu, Ibu Sumiyati S.H, M.H selaku Camat di Kecamatan Tlanakan pada acara Musyawarah Desa (Musdes) bahwa   Musdes ini dilaksanakan di Balai Desa Lama yaitu, bertempat di depan rumah Kepala Desa Larangan Slampar pada tanggal 30 Juli 2018, jam 13:00 WIB. Mengatakan bahwa “Dengan diadakan kegiatan ini bertujuan untuk pengoptimalan potensi sumber daya alam Desa Larangan Slampar melalui pengolahan tempe daun singkong dan abon cabai sebagai produk unggulan di Desa Larangan Slampar”.






            Adanya pelatihan ini mahasiswa KKN Tematik 99 UTM mengharapkan agar Ibu PKK dapat membentuk kelompok usaha dan melanjutkan program PKK dalam produk pangan sehingga menjadikan produk tersebut sebagai produk unggulan yang dapat meningkatkan pemberdayaan perekonomian di Desa Larangan Slampar. Kepala Desa Larangan Slampar Ibu Hoyyibah siap mendukung keberlanjutan pembuatan tempe daun ingkong dan abon cabai. “Saya siap melanjutkan pembuatan tempe daun singkong dan abon cabai yang akan nantinya akan menjadi produk unggulan di desa dan membentuk kelompok usaha mikro” ujarnya.



            Bukan hanya Ibu - ibu PKK yang ikut berpartisipasi pada Proker (Program Kerja) kita, tapi bapak Kapolrespun juga ikut berpartisipasi pada acara penyuluhan kita dan juga ikut mencoba merasakan abon cabai dan tempe daun singkong yang sudah kami buat, alhamdulillah mendapat pujian dan sedikit saran agar lebih baik lagi produk kita karena di daerah tempat kita KKN ini merupakan daerah pengahasil daun singkong dan cabai yang lumayan banyak.

             Semoga setelah adanya proker ini untuk kedepannya bisa dijadikan sebagai usaha ataupun makanan sehari untuk masyarakat Desa Larangan Slampar meskipun kami para peserta KKN TEMATIK UTM sudah tidak berada disini lagi dan bermanfaat buat masyarakat.
PENULIS
KKN 99 UTM 2K18



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pamera Online

Desa larangan slampar merupakan salah satu desa yang memiliki komoditas sumber daya alam yang amat melimpah diantaranya tembakau, cabai,...